Organisasi - TT
atau jawabannya bisa chat 081227048161
|
|
|||
|
Di kediamannya, RT 19/RW 3, Desa Teluk Wetan,
Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, Tri Sulistiyono (48), pemilik K-Tasqu
tampak sibuk menyusun potongan kain flanel menjadi berbagai bentuk kartun
sesuai pesanan pelanggan. Usai disusun rapi, desain kartun tersebut
kemudian ia berikan kepada istrinya, Ummi Nafisah (40) untuk dijahit pada
potongan kain jeans yang telah disatukan menjadi tas sekolah. Kain jeans yang ia gunakan
memang berupa kain perca. Namun menurutnya, hal tersebut tidak mengurangi
kualitas dari tas sekolah buatannya. “Dari komentar yang sudah
beli sih ngomongnya awet karena dari jeans kan, terus gambarnya kan bisa
memilih sesuai dengan keinginan,” katanya pada Sabtu (20/7/2024). Memasuki tahun ajaran baru,
pesanan yang ia terima juga mengalami peningkatan. Jika di hari biasa, ia dan
istrinya hanya membuat tiga buah tas sekolah, menjelang tahun ajaran baru
dalam sehari ia bisa membuat enm buah tas. Selain itu, di hari biasa
dalam sebulan ia biasanya hanya menerima pesanan 25-30 tas, menjelang tahun
ajaran baru bisa menjadi 100 buas tas dalam satu bulan. “Kalau tahun ajaran baru
pasti (meningkat), dulu awal-awal produksi pas ada Covid, (bikinnya) sampe
tumpuk-tumpuk, dulu PO bisa sampe satu bulan. Kalau sekarang sih PO nya ngga
terlalu lama, kadang seminggu ya lebih dikit lah,” jelasnya. Selain memproduksi tas
sekolah, ia juga membuat produk lain. Seperti tempat pensil, tas laptop, dan
tas kerja. Untuk harganya bervariasi, mulai dari Rp100-130 ribu per buah. Produksi tas buatannya juga
sudah terjual ke berbagai daerah di Indonesia. Sebab selain diambil oleh para
reseller, ia juga menjual produknya di marketplace. “Banyak sih, sudah terjual
ke mana saja. Ke Sulawesi, Aceh, seluruh Indonesia lah,” katanya. Namun, meski jumlah
permintaan meningkat ia tidak bisa menambah jumlah karyawan. Sebab mencari
tenaga penjahit yang mau ia ajari untuk membuat tas di daerah sekitar
rumahnya cukup sulit. Sehingga seluruh pesanan tas yang ia terima hanya ia
kerjakan bersama sang istri dibantu oleh empat karyawan. “Daerah sini pekerjaan kan
banyak, jahit konveksi, buat anyaman, nyari penjahit yang mau bikin tas jadi
kesulitan,” pungkasnya. Berdasarkan kasus di atas: 1. Menurut Anda, berdasarkan
penelitian Woodward
termasuk tipe teknologi apa yang digunakan oleh K-TASQU dan jelaskan
karakteristik dari teknologi tipe tersebut? 2. Menurut Anda, apa keunggulan
dari tipe teknologi yang digunakan oleh K-TASQU? 3. Menurut Anda, apa kelemahan
dari tipe teknologi yang digunakan oleh K-TASQU serta bagaimana cara
mengatasi kelemahan tersebut ? |
||
Komentar
Posting Komentar